Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Tuesday, October 27, 2015

KELUARGA BAHAGIA

Keluarga bahagia menjadi cita-cita semua
Bapa bertanggungjawab ibu pengasih mengurus rumahtangga
Anak-anak taat setia mendengar kata
Bekerjasama bertolong bantu bersama ibu bapanya
Tuhan sama-sama disembah syariat peraturan keluarga
Ada masalah sama-sama menyelesaikannya
Al Quran As Sunnah tempat rujukan mereka
Setelah dijumpa sama-sama mengikutnya
Selesailah masalah keluarga tanpa berpanjangan
Karena sama-sama taat dengan Tuhannya
Ada masalah lagi diselesaikan pula
Al Quran dan As Sunnah jugalah tempat rujukan
Berkasih sayang rukun rumahtangga
Karena Tuhan sama-sama ditakuti dan dicintai bersama
Takutkan dan cintakan Tuhan rahasia bahagia
Iman dan taqwa berkasih sayang kekuatan bersama
Tidak ada iman, taqwa, kasih sayang tidak akan ada
Uang dan harta punca porak-peranda
Carilah kekayaan bukan untuk dicintai
Tapi untuk khidmat sesama manusia
Biasanya pepecahan rumahtangga Tuhan tidak diambil kira
Masing-masing ikut akal dan nafsunya
Syariat Tuhan diabaikan keluarga
Aman damai punah hidup celaka

Saturday, May 16, 2015

Rahasia Kasih Sayang

“Tidak beriman seorang sehingga dia mengasihi saudaranya seperti dia mengasihi dirinya sendiri.” Riwayat Bukhari.

Kasih sayang dalam agama Islam adalah perkara yang sangat penting. Sampai-sampai Rasulullah saw mengaitkannya dengan iman seseorang.





Hari ini kita lihat dimana-mana orang berantem, emosian, cepat panas, senggol dikit naik pita. Di dalam keluarga pun suami istri sering bertengkar jadi hal yang lumrah.  Sangat....sangat susah mencari kasih sayang di akhir zaman ini. Kalau orang politik ngak usah dibahas dah. Kayaknya kalau ngak gontok-gontokan itu macam ngak afdhol.

Memang Rasulullah saw pernah bersabda bahwa iman orang akhir zaman itu sangat tipis seperti kulit bawang. Pagi beriman petang sudah kafir. Jadi, kegersangan kasih sayang yang terjadi saat ini bermula dari begitu lemahnya iman.

Kalau kata Tuan Rasyidi Abdullah, kasih sayang itu akan wujud apabila setiap insan sama-sama memburu Tuhan. Perkataan memburu Tuhan ini cukup dalam maknanya. Ya, sepertimana seorang pemburu memburu buruannya, dia akan terjaga malam, mengintai-intai binatang buruannya, dia kan selalu waspada sapan saat yang tepat untuk menyergap buruannya.

Kita sebagai orang akhir zaman, yang begitu lemah iman, akan terasa bahwa kata "MEMBURU" ini sangat power. Tepat terasa di hati. Kalau sekedar kita diingatkan untuk menebalkan iman, untuk selalu ingat Allah, sudah hambar karena setiap ceramah hal itu selalu diperkatakan tapi implementasi yang ada sangat-sangat berbeda.

MAka, kata memburu Tuhan ini sangat tepat untuk kita. Kita intai-intai terus apa yang membuat Tuhan suka, kita kejar apa yang Tuhan kehendaki, kita pun berjaga malam untuk menagih kasih sayang Tuhan. Bila hubungan dengan Tuhan semakin mesra, karena kita memburu Tuhan dan tidak lagi hati terpaut dengan dunia, maka dari situlah kasih sayang akan bersemi kembali.

KAlau dunia yang diburu, dunia ini kan menipu lagipula nafsu tidak pernah puas dengan dunia. Dapat ini ingin itu, dapat itu ingin lebih dari itu, lebih...lebih...lebih dan terus ingin yang lebih tidak ada habis habisnya.

Nah, apabila dalam rumah tangga terasa gersang dari kasih sayang, maka cek lagi, apa sebenarnya yang diburu dalam rumah tangga itu. Juga dimana-saja. Kalau dunia yang diburu, memang confirm, huru hara akan berlaku. Dunia ini kan terbatas, sedangkan nafsu keinginannya tiada batas. Maka akan terjadi gesekan-gesekan yang kan menyebabkan huru hara.

Kalau Tuhan yang diburu, TUhan kan Maha tidak tebatas. MAka cukuplah semua dengan Tuhan. Bila rasa cukup dengan Tuhan, maka hati akan menjadi tenang. KAsih sayang pun berbunga lagi.


Saturday, May 9, 2015

Apakah Peranan Seorang Suami?



Tajuk keluarga memang ngak habis-habis buat dikupas, dikaji, direnungkan, diselidiki, dan yang lebih utama adalah untuk diamalkan dan dihayati. 

Pertanyaan yang diajukan kepada saya pada malam hari ini:


Sudahkah kamu, sebagai suami, sudah melaksanakan tanggung jawabmu untuk memberikan TUHAN pada keluargamu?


hm..... speechless.

teatrikal silat melawan nafsu, sebagai nasehat perkawinan dalam acara pernikahan massal

Btw, berikut ini sebuah bacaan yang membuka mata mengenai apa peran seorang suami. 

Sumbernya dari sini: Apakah Peranan Seorang Suami? Sedikit saya EYD-kan supaya mudah dibaca.

Apakah Peranan Seorang Suami?


Suami itu lelaki. Lelaki itu pemimpin. Lelaki diciptakan memiliki kelebihan dari wanita untuk tujuan memimpin ini. Lelaki mestilah mampu untuk membuktikan bahwa mereka dapat mengatasi wanita dengan segala keistimewaan ini. Bila dikatakan pemimpin menurut islam adalah seorang yang dapat berkata kepada isterinya:
  1. Kita menikah adalah karena Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan.
  2. Kita menikah adalah untuk membangun rumah tangga Islam.
  3. Kita menikah adalah untuk menambah taqwa kepada Tuhan.
  4. Kita menikah supaya saya jadi imam, kamu jadi makmum, saya pemimpin, kamu pengikut.
  5. Kita menikah untuk melahirkan anak yang banyak sebab Rasulullah saw akan bangga di akhirat bila umat banyak.
  6. Saya akan hadiahkan kepada kamu sesuatu yang paling mahal yaitu cinta Tuhan. Bila kamu mencintai Tuhan, Tuhan akan menolong menjayakan rumah tangga kita.
  7. Saya akan buktikan bahwa bila kita dapat bercinta dengan Tuhan, kita akan jadi kaya raya lahir dan batin, aman, makmur dan mendapat keampunan Allah.
  8. Saya akan buktikan bahwa bila kita mencintai Tuhan, kita akan dapat berkasih sayang dan bercinta sampai mati dan sampai ke akhirat. Allah yang janjikan dan Allah yang mampu untuk melakukannya.
  9. Cintailah Tuhan, nanti rumah tangga akan dapat sukses menyelesaikan semua masalah.
  10. Cintalah Tuhan, POLIGAMI pun akan bahagia apalagi MONOGAMI. Bukankah Tuhan itu Maha Berkuasa, bagaimana Dia tak tahu untuk menjadikan manusia berbahagia dengan poligami, dengan kesusahan, dengan kesakitan, dengan perkongsian dan dengan penderitaan? Tanpa mencintai Tuhan, lihat, monogami pun huru hara!
Seorang suami, sebelum menikah sepatutnya sudah mengambil kursus untuk menjadi suami yang adil, yakni pemimpin yang adil. Menjadi pemimpin adil lebih susah dari menjadi doctor yang pakar atau lulusan PhD yang handal. Kursus tentangnya sepatutnya bukan 7 tahun, tapi dari awal dia dilahirkan ke dunia. ibu bapanya-lah profesornya untuk memastikan dia adalah seorang yang :
  1. Mencintai Tuhan lebih daripada mencintai ibu bapa karena Tuhan sanggup bekalkan oksigen gratis setiap saat.
  2. Amalkan rukun iman untuk hati, amalkan rukun islam untuk akal, fikiran dan fisik.
  3. Praktekkan ihsan yakni akhlak yang tinggi terutama pemurah dan penyayang, sabar, redha dan lain-lain.
  4. Dalam hidupnya, dia pandai bersyukur bila diberi nikmat oleh Tuhan. pandai bersabar bila diberi kesusahan oleh Tuhan. Orang islam, orang beriman, orang bertaqwa itu bahkan dia senang dengan kesusahan karena dengan kesusahan itu, Tuhan jadikan manusia ingat kepada Tuhan. Dalam nikmat walaupun bersyukur tapi orang lebih mudah untuk lalai dan terjebak dengan penyakit cinta dunia dan takut mati
  5. Sangat mengutamakan Tuhan dalam hidupnya, sehingga isteri-isteri dapat ditarik kepada Tuhan walaupun isteri-isteri sangat tertarik kepada dunia.
  6. Mempraktekkan Bank Tuhan, yakni segala keperluan hidup dan perjuangannya Tuhan yang sponsor.
  7. Mempraktekkan kasih Tuhan, yakni segala keperluan perhatian dan kasih sayang oleh ahli keluarga, Allah yang bekalkan. Semua terasa diberi perhatian dan kasih sayang. Allah-lah yang menggerakkan semuanya agar terjadi. Allah yang menolong sehingga terjadi, mana-mana yang manusia tidak mampu berbuat, Allah yang akan buatkan.
Bahaya besar yang paling ditakuti oleh suami terhadap keluarganya ialah ditimpa penyakit cinta dunia dan takut mati. Sebab itu rumahnya dijadikan klinik untuk merawat penyakit paling bahaya itu. Pasien akan dilatih dengan sholat yang khusyuk lima kali sehari. Sholat yang khusyuk dapat mencabut kedua penyakit tadi. Sholat khusyuk ialah :
a.     


  1. Secara serius menguasai bacaan-bacaan dan perbuatan dalam sholat.
  2. Secara serius memahami apa yang dibaca dan dibuat.
  3. Secara serius berusaha untuk merasakan perasaan yang sepatut ada di dalam bacaan dan perbuatan sholat
Insya-allah, kesan dari sholat akan terbawa dalam kehidupan, rasa takut dan cinta dan mengharap kepada Allah lama-kelamaan akan menggantikan rasa cinta dunia dan takut mati itu.
Suami yang adil menurut islam ialah suami yang mampu menjadikan keluarganya aman makmur dan mendapat keampunan dari Allah. Untuk mendapatkan semua itu, suami perlu berusaha untuk memahamkan, meyakinan dan membawa cinta keluarganya kepada Allah. Bukankah Allah SWT telah berpesan, firmannya :

Maksudnya; "SELAMATKAN DIRIMU DAN KELUARGAMU DARI API NERAKA" (surah at-tahrim : 6)

Nanti di depan Allah di dalam mahkamah akhirat, jangan berkata, "saya tidak tahu bahwa Allah pernah perintahkan supaya saya selamatkan diri dan keluarga dari api neraka". Memang syaitan dan nafsu ammarah akan bekerja dengan sungguh-sungguh supaya kita tidak memperdulikan neraka. Awas, orang islam yang tidak percaya dan tidak memperdulikan neraka dapat murtad.
Menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka adalah jadi keutamaan untuk kita mengusahakannya. Untuk itu kita perlu menjadikan jadikan setiap kerja kita itu sebagai ibadah, yakni dengan memenuhi 5 syarat iaitu:
  1. Niat mesti betul (yakni karena Allah)
  2. Pelaksanaan mesti mengikut syariat Allah.
  3. Agenda-agendanya mestilah halal dan bertepatan dengan syariat.
  4. Tidak meninggalkan perkara (rukun) asas yaitu rukun iman dan rukun Islam.
  5. Natijah dan hasil dari usaha membangun rumah tangga islam itu mestilah taqwa dan dimanfaatkan kepada Allah dan agama-nya.
Untuk lebih memahaminya silakan membaca buku saya bertajuk: ibadah menurut Islam. Suami apabila sudah melakukan tanggungjawab yang pokok ini, niscaya Allah akan menaungi rumah tangganya dengan memberi tambahan iman dari waktu ke waktu dan Allah akan murahkan rezeki. Allah itu pasti bereaksi dengan berbagai macam respon. Jangan sangka Allah tiada peranan dalam rumah tangga. Bahkan setiap saat, Dia-lah yang mengatur langit dan bumi dan segala isinya. Ini semua adalah janji Allah dan wajib bagi Allah itu menunaikan janji-nya.
Namun ada syarat-syarat lagi yang mesti dipenuhi yaitu delapan syarat taqwa:
  1. Dapat hidayah
  2. Ada ilmu
  3. Beramal
  4. Yakin
  5. Mujahadah
  6. Istiqamah
  7. Guru mursyid
  8. Doa
Ya, tidak bisa tidak, seseorang muslim itu hendaklah berguru dengan guru mursyid. Guru yang dilantik Tuhan, yang mempraktekkan sunnah nabi, yang bercakap dan berbuat cara-cara hidup Islam. Dia pewaris nabi kita yang sudah wafat, sedangkan dia ini dapat menghubungkan hati dengan Rasullulah saw. Hakikatnya nabi-lah yang sedang berperanan untuk menyelamatkan umatnya di akhir zaman ini. Jika tidak, mengapa Baginda dikatakan nabi akhir zaman? Apa peranan-nya ?

Wahai Rasulullah saw, nabi akhir zaman, kami sedang berkursus untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka. Sedangkan keluarga itu adalah keluarga poligami. Hadirlah dan ikut campurlah dengan mukjizatmu agar perkara yang sukar ini dapat kami laksanakan dan jayakan dengan begitu mudah. Agar semua yang merinduimu dapat diselamatkan dengan iman dan Islam.

Sunday, May 4, 2014

[KONSULTASI] Hukum Suami Egois dan Keras

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan email dari pembaca blog saya. Mungkin beliau membaca posting tulisan yang ini: http://whasid.wordpress.com/2013/01/25/kewajiban-istri-terhadap-suami/ atau yang ini http://whasid.wordpress.com/2012/09/21/kewajiban-suami-terhadap-istri/

Namun, karena kesibukan memasak buat tetamu dan peserta kursus pernikahan juga persiapan acara Syukuran pernikahan 6 pasang pengantin Staff Global Ikhwan, email tersebut belum saya respon. Pagi ini alhamdulillah ada keluangan waktu, dan sengaja saya publish email tersebut (dengan menyamarkan nama pengirim tentunya) di blog ini. Harapan saya, semoga ada pandangan-pandangan yang lebih bernas dalam merespon pertanyaan yang diajukan.

nah, berikut email ibu tersebut:


Assalamu'alaikum Wr Wb..


Sebelumnya saya mohon maaf karena saya mengirimkan email ini ke Bapak, saya mengetahui email Bapak dari blog Bapak tentang Kewajiban Suami Terhadap Isteri.

Saya K, seorang istri dan seorang ibu dengan dua anak. Saya sudah menikah kurang lebih sembilas belas tahun yang lalu, usia saya sekarang 38 tahun dan suami saya 42 tahun, saya menikah dalam usia masih muda. 

Selama usia pernikahan itu, jika kami berselisih paham, suami saya selalu mendiamkan saya.
Untuk permasalahan saya kali ini, suami saya mendiamkan saya sudah lima hari, padahal saya tidak pernah mengerti apa salah saya, awalnya hanya karena saya salah bicara dengan menanyakan sesuatu yang saya tidak tahu tentang keberadaan suami saya semalam (yang ternyata suami saya tidur di rumah ibunya karena ibunya sakit parah), dan saya tidak diceritakan secara detail tentang sakit ibunya. Itu yang membuat saya tersinggung karena suami saya tidak terbuka tentang sakit ibunya. Akhirnya kami saling membela diri dengan alasan kami masing-masing. Dan lagi-lagi saya yang harus minta maaf duluan dengan mencium tangan suami. Akan tetapi suami ternyata masih marah dengan mendiamkan saya, tapi saya tetap menyapa dia dan bersikap layaknya seorang istri dengan tetap memberi makan dan minum walaupun suami saya tidak pernah mau menyentuh makanan dan minuman yang saya buat. 

Suami sering mendiamkan saya, bahkan pernah sampai sepuluh hari mendiamkan saya.

Itulah Pak pada intinya sifat suami saya.


Yang ingin saya tanyakan :
1. Apakah saya berdosa telah menyinggung suami saya dengan pertanyaan saya itu?
2. Apa hukumnya jika suami mendiamkan istrinya selama itu?
3. Apa yang harus saya lakukan?

Saya mohon dengan sangat jawabannya Pak, karena saya bingung dan sangat memerlukan masukan yang baik.


Terimakasih banyak dan semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak. Aamiin..


Wassalamu'alaikum Wr Wb..

Respon saya:

Sebelum mendiskusikan mengenai perkara hukum, alangkah baiknya bila Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang itu kita kenali terlebih dahulu. Hukum syariat, Allah yang ciptakan. Rasululah saw selama 13 tahun berdakwah di Makah memperkenalkan Allah hingga Allah ditakuti dan dicintai. Perasaan merasa bersama Allah begitu mendalam sehingga ketika Sayidina Bilal dijemur di tengah padang pasir di bawah terik mentari sambil ditindih batu besar, beliau cukup bersama Allah. Ahad, Ahad, Ahad, itu yang terluncur dari mulut Sayidina Bilal. Beliau menjadi kuat bila bersama Allah. 

Setelah Allah sudah dikenali, ditakuti dan dicintai, barulah 11 tahun fase Madinah hukum-hukum syariat yang sangat banyak itu diturunkan. Maknanya, tanpa takut Allah dan cinta Rasulullah saw, hukum-hukum syariat itu mustahil dijalankan. Yang ada hanya akan menjadi bahan perdebatan dan bahan saling menyalahkan.

Bila kita kenal Allah, kan kita yakin bahwa tiada perkara yang berlaku terjadi tanpa izin Allah. Demikian pula yang terjadi pada kehidupan rumah tangga ibu. Allah yang mengatur segalanya. 

Setiap ujian, Allah datangkan supaya si hamba kembali kepada Tuhannya. Allah tempat kita mengadu. Allah tempat kita bergantung. Allah penyelesai semua masalah.pertanyaannya, adakah kita sudah mengenaliNYA? adakah kita sudah takut dan cinta kepadaNYA? Adakah kita sudah mencintai pesuruhNYA?

Rasanya persoalan utamanya ada pada perkara yang asas tersebut. Jadi apa yang harus dilakukan?

1. Banyak-banyak mohon ampun kepada Allah. Mengaku salah dihadapan Allah, menyerah diri kepada Allah. Bukankah Nabi Yunus, Nabi yang Maksum itu pun bersujud sambil berdoa: 

Bukankah Rasulullah saw yang maksum itupun juga istighfar minimal 70 kali sehari? lagilah kita hamba yang terlalu banyak salah dan dosa. Insya Allah bu, kalau kita banyak meneliti kesalahan sendiri, ngak sempat kita lihat kesalahan orang lain, apalagi kesalahan pemimpin. Hati akan tenang dengan dunia dan teringat selalu kampung yang abadi yakni akhirat. Hidup di dunia ini sebentar saja.

2. Banyak bershalawat menghubungkan hati dengan kekasih Allah yatitu Rasulullah saw.

3. Perbaiki sholat. Sholat adalah perhubungan kita dengan Allah. Bagaimana mau memperbaiki hubungan dengan suami bila hubungan dengan Allah yang memiliki dan menciptakan serta memberi suami saja diabaikan. Usahakan sholat di awal waktu. Betulkan bacaan2 sholat, pahami makna bacaan yang dibaca. 

Rasanya sekian dulu. 

wallahua'lam.