Showing posts with label kisah nabi muhammad. Show all posts
Showing posts with label kisah nabi muhammad. Show all posts

Thursday, April 16, 2015

Dakwah Nabi Muhammad SAW ke Taif

Saya belum pernah menjejakkan kaki di Taif. Saya hanya pernah mendengar namanya. Satu tempat yang bersejarah dan penting terkait dengan dakwah Nabi Muhammad saw.

http://globalikhwan.or.id/7-1-nabi-muhammad-saw-berdakwah-ke-taif/
Lokasi Taif masih berdekatan dengan Mekah
Setiap kisah yang dialami oleh Baginda Nabi begitu menginsyafkan kita. Kesabaran Baginda menghadapi kaumnya untuk memperkenalkan Allah SWT agar dicintai dan ditakuti perlu kita contohi.

Bumi Taif menjadi saksi ketika Nabi Muhammad saw dilempari batu hingga berdarah kaki Baginda. Ketika itu datang malaikat Jibril bersama-sama Malaikat penjaga buki, sekiranya Baginda berkenan, maka bumi Taif akan ditelangkupkan sepertimana yang terjadi di Laut Mati. Tetapi BAginda begitu sabar dan sayang kepada umatnya. Baginda Nabi Muhammad saw masih berharap kelak anak cucu kaum yang menolaknya waktu itu dapat masuk Islam.

Saya pun lihat foto2 di Google Map, untuk melihat suasana sekeliling Taif.

dakwah ke taif
suasana pegunungan di sekitaran Taif


Semoga, suatu ketika nanti dapat rezeki mengunjungi Taif.

Saturday, April 11, 2015

Kisah Nabi Muhammad saw Makan Rumput Kering

Malam ini saya ingin sedikit mengulas kisah Nabi Muhammad saw makan rumput kering. Membaca kisah pemboikotan Qurays terhadap Bani Abdul Mutalib, Bani Abdul Manaf, dan Bani Hasyim, mengingatkan saya sebuah pertanyaan: "Apakah kalian pernah mengalami ujian tidak dapat makanan dalam sehari penuh?".

Dalam pengalaman kita bersama, rasanya hampir-hampir tidak ada yang pernah Allah uji dengan ketiadaan rezeki berupa makanan seharian penuh. Dalam kondisi paling susah sekalipun, dalam hari itu masih ada rezeki makanan yang Allah hantar kepada kita. Kalau ada yang pernah ngak dapat makanan 1 hari full apalagi 2 hari berturut-turut, silahkan share pengalamannya di kolom komen.

Dari sudut makan pun sepatutnya kita berterimakasih kepada Tuhan. Walaupun tiap-tiap hari kita tidak memperdulikan Tuhan, Tuhan senantiasa memberi kecukupan makan minum kepada kita. Di sisi lain kita perlu merasa cemas juga, takut-takut rezeki yang Allah bagi itu adalah bentuk istidraj (Rezeki dibagi dengan kemurkaan Tuhan). Ya....apabila kita makan dengan perasaan bahwa makanan itu datang karena usaha kita kemudian berdoa pun sudah ngak ingat lagi, kalaupun ingat berdoa hanya karena kebiasaan tapi hampa tanpa penghayatan.

"Allahumma bariklana fii ma razaqtana waqina 'adza bannar"

Cukup jelas dalam doa sebelum makan, Rasulullah saw ajarkan agar kita memohon perlindungan dari api neraka. Loh, apa kena mengena-nya makan dengan neraka? Takut....sepatutnya kita takut karena sebab makanan kita ditempatkan di neraka.

Mengapa? Kalau soal dari mana asal makanan itu sudah jelas-lah. Makanan yang kita makan perlu kita dapatkan dengan cara yang halal. Bukan makanan yang didapat karena mencuri. Dzat makanan yang kita makan pun perlu dipastikan halal.

Itu aspek-aspek lahirian yang bisa kita nilai bersama bahwa makanan dapat membawa ke neraka.

Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah aspek rohaniah ketika makan. Adab dalam menghadapi hidangan adalah mengingat-ingat jasa-jasa orang yang telah menjadikan makanan itu terhidang. Tentu tak sanggup jemari kita menghitung siapa saja yang berjasa. Mulai dari petani sampai terhidang di hadapan. Itulah hikmah doa Allahumma bariklana, Ya Allah berkahilah KAMI. Ya...KAMI itu saya dan semua orang yag berjasa dalam menyediakan makanan.

Kembali kepada kisah Nabi Muhammad saw makan rumput kering. Peristiwa pemboikotan itu tidak hanya berlaku sehari dua hari loh. 3 (TIGA) TAHUN saudara-saudara! Sungguh dasyat pengorbanan dan perjuangan BAginda NAbi Muhammad saw dan para Sahabat di peringkat awal perjuangan memperkenalkan Allah agar dikenali, dicintai dan ditakuti.

Allahumma sholli 'ala sayidina muhammad, wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in. Semoga Allah meningkatkan darajat mereka semua.




Wednesday, March 18, 2015

Hidayah Yang Tercabut

Judulnya mirip judul sinetron, "Hidayah Yang Tercabut". Itulah perkara beberapa hari ini yang cukup menyita pikiran dan perasaan saya. Ini bermula dari ulasan Tuan Rasyidi ketika mengulas kisah Al Walid bin Mughirah. Saya sudah berulang kali sebenarnya membaca kisah Al Walib bin Mughirah ini. Namun, baru setelah diungkai oleh Tuan Rasyidi barulah saya menangkap hikmah besar tersebut.

Sebenarnya selain Al Walid bin Mughirah, ada juga kisah mengenai tercabutnya hidayah ini yang dialami oleh Uqbah bin Abi Mu’ayyith, bisa dibaca di Kisah Uqbah bin Abi Mu’ayyith (1) dan Kisah Uqbah bin Abi Mu’ayyith (2). 



Al Walid bin Mughirah ini kan pembesar Qurays, ahli syair, dan termasuk orang yang bijak dikalangan Qurays. Ketika itu dia ditugaskan untuk berdialog dengan Rasulullah saw. Saat berdialog tersebut, hidayah Allah campakkan dalam hatinya. Dia mengakui bahwa apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw adalah kebenaran dari Tuhan. Bahkan dia sempat mencoba mempengaruhi pembesar Qurays lain bahwa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw adalah kebenaran. Namun, adanya kepentingan dalam hatinya, dia takut kehilangan pengaruh dan kekuasaannya di kalangan Qurays, maka dia memilih untuk menghina Rasulullah saw dan secara resmi memberi label tukang sihir kepada Baginda Rasulullah saw. Karena itulah Tuhan cabut hidayah dari dalam hatinya.

Kalau dalam kasus Uqbah bin Abi Muayyit, dia bahkan sempat mengucap dua kalimat syahadat. Tapi karena dia takut kehilangan kawan baiknya, dia memilih menentang kebenaran yang sudah dia akui.

Di saat saya sedang menulis perkara ini pun, tiba-tiba ada pesan yang masuk ke inbox saya.

Pakdhe, Aku mau curhat, bagaimana cara kasih tahu temen deket kita muslim yg kok saya liat dia malah menjelek-jelek kan muslim.

saya hanya merespon: doakan...doakan secara khusus. Beliau orang yang cukup banyak berjasa pada kita. Semoga, Tuhan ampunkan.

Saya tutup catatan saya ini dengan mengambil satu pengajaran dari Kisah Sayidina Abu Dzar Al Ghifari. Poin penting dalam kisah islamnya sayidina Abu dzar adalah begitu dapat hidayah, dia bersungguh-sungguh untuk mencari pimpinan. Walaupun untuk itu dia terpaksa TIDAK MAKAN SELAMA 18 HARI. Sengaja saya tulis besar karena itulah dasyatnya pengorbanan Sayidina Abu Dzar. Sanggup beliau tidak makan selama 18 hari hanya demi mendapatkan pimpinan dari Baginda Nabi Muhammad saw. Apakah Rasulullah saw tidak tahu Sayidina Abu Dzar ngak makan? Apakah Rasulullah saw sebegitu tega? Itulah KEAJAIBAN. Kebenaran itu mahal. Bayarannya mahal. Ketika kebenaran dari Tuhan dipegang erat, Tuhan Yang Maha Ajaib itu pun melakukan keajaiban. Hanya dengan minum air zam-zam, Sayidina Abu Dzar kenyang selama 18 hari di Mekah. Allahu Akbar.

Hidayah ini adalah perasaan yang Tuhan campakkan ke dalam hati manusia untuk menerima kebenaran, dorongan untuk berbuat baik. Dapat hidayah saja tidak cukup. Perlu mendapat Taufik juga. Taufik itu bermaksud, penerimaan terhadap kebenaran dan dorongan untuk berbuat baik tersebut dapat DIIMPLEMENTASIKAN dengan tepat sesuai kehendak Tuhan Pemilik Kebenaran. Karena itulah begitu dapat hidayah Sayidina Abu Dzar berusaha sungguh-sungguh untuk dapat juga Taufiq.

Jadi, kalau menutup majlis, ucapkan "wabilllahi hidayah wat taufiq" bukan "wabillahi taufik wal hidayah" soalnya Hidayah dulu baru Taufiq :)

********************************************

Setelah mengulas mengenai kisah Al Walid bin Mughirah, paginya Tuan Rasyidi mengingatkan sebuah sajak hikmah dari Abuya Ashaari At Tamimi:

Jagalah Hidayah atau Petunjuk Dari Tuhan

Hidayah atau petunjuk adalah di tangan Tuhan
Manusia boleh mengusahakan.
Bahkan wajib manusia berusaha mendapatkan hidayah dari Tuhan
Karena hidayah itu mahal nilainya
Tidak semua orang berhasil mendapatkannya

Mungkin setiap seratus ribu, seorang yang menemukan
Bahkan setengah orang, sudah dapat pun boleh hilang
Hidayah ini sama ada belum dapat atau sudah dapat kemudian hilang.

Di waktu itu Allah Taala melihatkan kekuasaan-Nya
di depan mata sekalipun, dia tidak mengambil pengajaran.
Kebesaran Tuhan terjadi, dia pandang biasa,
Khawariqul ‘adah berlaku begitu terserlah tanpa logik, dikatakan itu kebetulan.

Berbagai-bagai peristiwa dan tragedi berlaku.
Itu bencana alam, perkara banjir, biasalah !!!.
Setengah orang rasa tersinggung jika dikaitkan dengan Tuhan

Hatinya sakit jika dibabitkan dengan Tuhan

Bahkan orang yang pernah mendapat petunjuk, sudah tidak mampu mentafsirkan.
Seolah-olah mereka kehilangan pegangan atau pedoman.
Tersesat jalan tidak tahu tujuan.

Kehidupan mereka lebih teruk daripada sebelumnya
Seolah-olah tidak pernah bertemu dengan lampu suluh kehidupan.

Rupanya orang yang pernah mendapat cahaya, bila kehilangan cahaya, lebih teruk daripada orang buta.
Atau lebih gelap lagi daripada orang yang tidak pernah mendapat cahaya.

Jagalah petunjuk atau hidayah dari Tuhan
Hargailah dan syukurilah dan suburkanlah
Karena jika Tuhan marah, ditariknya semula.

Kita lebih tersesat daripada orang yang sudah tersesat,
Kita lebih buta daripada orang yang sudah buta,
Kita lebih bergelap daripada orang yang telah bergelap.

 





Saturday, March 14, 2015

Peristiwa Sejarah Sebelum Kedatangan Nabi Muhammad saw

Hari sabtu, banyak yang liburan. Liburan jangan cuman digunakan untuk bermalas-malasan. Banyak aktivitas bermanfaat yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan.

Adanya libur hari sabtu ini rasanya belum lama. Seingat saya, waktu SMA dulu masih menjalani 6 hari kerja. Sabtu masih masuk dan orang-orang kantoran pun masih pada ngantor. Sabtu mulai dijadikan hari libur kalau gak salah inget sekitar tahun 2002 atau 2003. Waktu itu jaman saya kuliah.

Di jogja, sabtu dijadikan hari libur malah baru tahun 2011 atau 2012. Jogja termasuk yang agak lambat menerapkan sistem 5 hari kerja.

Lucu ya, Indonesia yang mayoritas Islam, menjadikan hari sabat (Sabtu) menjadi hari libur. Orang Yahudi di Indonesia berapa puluh orang aja sih? hehehe... Kalau di Indonesia banyak Yahudi ya wajar aja sih, sabtu kan orang Yahudi beribadah.

Tapi ya mungkin Indonesia terikat sistem Internasional jadi ya ikut-ikutan menghormati hari suci orang Yahudi :)

Ah...kok jadi mbahas mengapa sabtu jadi hari libur. Gak penting banget hehehe....toh yang jualan bakso hari Sabtu tetap kerja :D



Kembali ke topik, mari kita isi ini dengan bacaan yang bermanfaat.

Nah, bagi pembaca blog saya ini, ada buku bagus yang bisa dibaca untuk mengisi weekend. Baca 1 Bab selama 2 hari tentu bukan hal yang memberatkan. Ini adalah BAB 1 dari buku "Catatan Sejarah Rasulullah saw" yang menceritakan mengenai peristiwa sejarah sebelum kedatangan Rasulullah saw.

Yuk Silakan simak. langsung klik aja link-nya ya (ada 7 sub bab):

1. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim membangun Kabah
2. Perintah Membangun Kabah
3. Bermulanya Syirik di Jazirah Arab
4. Kedatangan agama Yahudi di Jazirah Arab
5. Kedatangan agama Nasrani di Jazirah Arab
6. Tentara Bergajah Abrahah
7. Persia menaklukkan Yaman


Semoga bermanfaat :)






Friday, February 6, 2015

Kisah Nabi Muhammad saw dan Jabal Uhud

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa tatkala Nabi Muhammad SAW melihat gunung Uhud, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang mencintai kita, dan kita juga mencintainya”. (Kitab Shahih Muslim). Tiba-tiba saya teringat catatan lama saya ketika mengunjungi Jabal Uhud. Juga teringat dengan pilunya kisah Nabi Muhammad saw ketika menghadapi ujian di Jabal Uhud.

Dalam kunjungan ke Madinah bulan Ramadhan 1432 H silam (tahun 2011 M), saya diajak expedisi ke Gunung Uhud oleh Pak Nur. Pak Nur menjadi driver sekaligus mutawwif bagi kami bertiga; saya, Ustad Saiful Doldiri Malaysia, dan Ustad Fikri Abdul Wahid Australia. Terimakasih ya Allah, dalam ekspedisi kecil ini kami diantar menggunakan Nissan Armada.

Nissan Armada, mobil 5600 cc yang cukup mantap tongkrongannya
Tentu sudah sampai kepada kita semua mengenai kisah peperangan Uhud. Di waktu itu ada sekumpulan pasukan pemanah yg diarahkan untuk tetap bertahan di jabal rummat apapun yg terjadi. Akan tetapi mereka tidak taat dan meninggalkan pos untuk ikut berebut harta ghanimah. Akibat ketidak taatan itu, Khalid bin Walid yg memimpin pasukan berkuda musuh (sebelum beliau masuk Islam) berhasil menyelinap masuk dan memukul pasukan kaum muslimin. Sampai Nabi patah gigi dan mundur sampai ke gua di lereng gunung uhud.






Lokasi terdesaknya Baginda Nabi Muhammad saw
Pak Nur membawa kami sampai ke lokasi lereng Uhud tempat Nabi Muhammad saw tepojok dan mengalami patah gigi. Sungguh pilu apabila mengenang peristiwa itu.

Celah bukit tempat Nabi Muhammmad saw berlindung



Jabal Rumat, saksi bisu ketidaktaatan pada pemimpin
 Sayidina Hamzah adalah salah seorang yang syahid dalam pertempuran di Uhud ini.

Karena kecintaan Rasulullah saw pada syuhada Uhud, beliau selalu ziarah ke Jabal Uhud hampir setiap tahun. Kemudian perilaku Baginda Nabi Muhammad saw ini juga diikuti oleh beberapa sahabat setelah Rasulullah saw wafat. Bahkan, sayidina Umar dan sayidina Abubakar, selalu mengingatkan Nabi Muhammad saw jika perjalanannya telah mendekati Uhud. 

Rasulullah saw bersabda, ”Mereka yang dimakamkan di Uhud tak memperoleh tempat lain kecuali ruhnya berada di alam burung hijau yang melintasi sungai Surgawi. Burung itu memakan makanan dari taman surga, dan tak pernah kehabisan makanan. Pada syuhada itu berkata siapa yang akan menceritakan kondisi kami kepada saudara kami bahwa kami sudah berada di surga.” 

Maka Allah SWT berfirman ,” Aku yang akan memberi kabar kepada mereka.” Dengan sebab itu, kemudian turunlah ayat, ”Dan janganlah mengira bahwa orang yang terbunuh di jalan Allah SWT itu meninggal" (Surat 3: ayat 169)

Makam sayidina Hamzah bin Abdul Mutalib


Wednesday, February 4, 2015

Kisah Nabi Muhammad SAW Menghidupkan Orang Mati

Hidup dan mati itu Allah yang menentukan. Setiap jiwa akan merasakan mati, itulah kekuasaan dan kehebatan Allah. Umur hidup manusia sudah Allah tentukan dan telah terlulis di Lauh Mahfudz.

Secara adat, setiap manusia dilahirkan sekali dan akan mati sekali. Adatnya juga, manusia dilahirkan dengan sebab perkawinan antara ayah dan ibunya.

Adat itu Allah yang ciptakan, untuk kemudahan manusia. Jadi, bila manusia ingin punya anak, ya kawin. Demikian juga hidup yang ada perlu dimanfaatkan betul-betul untuk mempersiapkan kehidupan setelah kematian karena mati bisa terjadi kapan saja dan setelah mati adatnya manusia tidak bisa hidup lagi.

Untuk menunjukkan bahwa adat dan sebab itu Allah yang ciptakan maka Allah buat beberapa kejadian yang menyalahi adat. Ada satu-dua kejadian yang berlaku secara khawariqul adah, ajaib, ngak masuk akal, ngak bisa dinalar, ngak ikut adat.

Contohnya: NAbi Adam Allah cipta dari tanah, tanpa ada ibu dan bapa. Siti Hawa dicipta dari rusuk Nabi Adam, ada bapa tanpa ibu. Nabi Isa dilahirkan oleh Siti Maryam, ada ibu tanpa ayah.

itu semua adalah peristiwa-peristiwa yang menunjukkan bahwa Allah yang Maha Berkuasa mencipakan sebab-sebab bukan sebab yang menciptakan. Jadi, kita perlu yakin bahwa sebab-sebab yang kita usahakan itu Allah yang berkuasa. Kita mengusahakan sebab karena kita hamba yang disuruh berusaha. Jadi kalau kita mendapat kesuksesan dan kejayaan kita tidak akan takabur, karena kesuksesan dan kejayaan itu Allah yang menciptakan.

Kembali ke soal adatnya mati itu hanya sekali. Kenapa adat, karena pengalaman kita melihat setiap orang yang mati kemudian dikubur ngak bisa hidup lagi. Tapi sebenrnya tidak demikian. Ada beberapa peristiwa yang Allah buat untuk menjadi pengajaran kepada kita bahwa Allah berkuasa menghidupkan dan mematikan sesuka Allah. Allah Maha Berkehendak.

Dalam kitab Tanbihul Ghafilin (Peringatan Bagi Yang Lupa) disebutkan sebuah kisah Sam Bin Nuh yang hidup dua kali.

Kitab Tanbihul Ghafilin
Diriwayatkan bahwa Nabi Isa A.S. telah menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah S.W.T. Orang-orang kafir telah berkata: "Wahai Isa, sesungguhnya kamu telah menghidupkan orang yang baru mati, mungkin mereka yang kamu hidupkan itu belum betul-betul mati. Kalau kamu orang yang benar maka coba kamu hidupkan orang yang mati pada zaman pertama dahulu supaya dapat kami lihat."

Nabi Isa berkata: "Katakanlah orang yang hendak kamu lihat?" Orang-orang kafir berkata: "Hidupkanlah Sam bin Nuh supaya kami dapat lihat kebenaranmu."

Nabi Isa A.S. pun pergi ke kubur Sam bin Nuh lalu mengerjakan solat 2 rakaat dan berdoa kepada Allah. Maka dengan izin Allah S.W.T. maka hiduplah Sam bin Nuh.

Setelah Sam bin Nuh dihidupkan, Nabi Isa melihat rambut dan janggutnya sudah putih, lalu Nabi Isa A.S. berkata: "Wahai Sam kenapa rambut kamu putih beruban padahal rambut kamu tidak begini sebelumnya?"

Sam bin Nuh berkata: "Aku telah mendengar panggilan kamu, aku sangka Kiamat telah tiba maka rambut dan janggutku menjadi putih beruban sebab takutnya hari Kiamat."

Nabi Isa A.S. berkata: "Sudah berapa lama kamu meninggal?"

Sam bin Nuh berkata: "Aku telah meninggal sejak 4000 tahun, tetapi sampai sekarang belum lagi hilang sakitnya sakaratul maut dan cukup pedih."

Demikianlah Nabi Muhammad saw telah menceritakan kepada kita kisah Nabi Isa as tersebut. Dalam kisah Nabi Muhammad saw yang merupakan Sayidul Annbiya wal Mursalin, pemimpin seluruh Nabi dan Rasul tentu memiliki juga mukjizat ini. Umar bin Sawad mengatakan bahwa Imam Syafi’i berkata kepadanya, “Apa yang Allah berikan kepada para nabi maka hal itu pun diberikan kepada NabiMuhammad saw.

Kitab Jami Karamatul Aulia

Dalam kitab "Jami Karamatul Auliya", disebutkan:

Dalam kitab Al-'Ulum al-Fakhirah fi al-Nazhri fi Umur al-Akhirab, Sayyid `Abdurrahman bin Muhammad al Tsa`labi al-Ja`fari al-Maghribi, yang dimakamkan di Aijazair, mengemukakan riwayat Anas r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw berkata kepada Fari'ah, "Sesungguhnya anak laki-lakimu, Ibrahim, telah mati." Fari'ah lalu berkata, "Sungguhkah,ya Rasululullah?" Rasul menjawab, "Ya." Fari'ah lalu berdoa, "Segala puji bagi Allah. Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku berhijrah kepadaMu dan kepada Nabi-Mu dengan harapan agar Engkau menolongku dalam setiap kesulitan. Oleh karena itu, jangan Engkau timpakan musibah ini atasku." Rasulullah membuka penutup wajah anak Fari'ah, kemudian anak itu hidup kembali dan makan bersama kami.

Hikayat ini juga dituturkan oleh Ibnu Qattan dan `Iyadh dari Anas r.a. dengan redaksi, `Ada seorang pemuda dari golongan Anshar meninggal dunia. Ia mempunyai seorang ibu yang lemah dan buta. Kami mengafani jenazahnya dan menghibur hati ibunya agar sabar. Kemudian ibunya bertanya, `Benarkah putraku telah mati?' Kami menjawab, `Ya.' Ibunya lalu berdoa, `Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku benar-benar berhijrah kepada-Mu dan kepada Nabi-Mu.' Kisah selanjutnya sama dengan hadis di atas. Riwayat lain dan Ibnu Qattan menceritakan bahwa ketika itu, Allah Swt. menghidupkan anaknya, lalu anak itu makan di hadapan Rasululahh Saw.

Kisah tersebut juga saya kemukakan dalam bab IV kitab Hujjatullah 'ala al-Alamin. Anas r.a. berkata, "Ketika kami sedang berada di beranda masjid di hadapan Rasulullah Saw, datanglah seorang perempuan tua dan buta yang ikut hijrah membawa putranya yang telah baligh. Tak lama kemudian, putranya terkena penyakit yang scdang mewabah di Madinah. Anak itu sakit beberapa hari, kemudian meninggal dunia. Nabi Muhammad Saw. menutupkan mata anak itu dan memerintahkan kami untuk mempersiapkan pemakamannya. Ketika kami akan memandikannya, Rasulullah Saw berkata, Anas, panggillah ibunya dan beritahukan kabar ini kepadanya.' Aku memberitahu ibunya, ia datang lalu duduk di depan kedua kaki anaknya. Ia memegang kedua kaki anaknya, dan bertanya, 'Benarkah anakku mati?' Kami menjawab, 'Ya.' Ibu itu berdoa, 'Ya Allah, Engkau tahu aku benar-benar telah menyerahkan diri kepada-Mu dengan sukarela, meninggalkan berhala-berhala dengan sungguh-sungguh, dan berhijrah kepada-Mu karena rasa cinta.Ya Allah, janganlah Engkau masukkan aku ke dalam golongan penyembah berhala, dan janganlah Engkau timpakan musibah yang tidak mampu aku pikul.' Demi Allah, belum sempat ibu itu menyelesaikan doanya, kedua kaki anaknya bergerak-gerak dan menyibakkan pakaian yang menutupi wajahnya. Kemudian anak itu makan bersama kami dan Rasulullah Saw. Anak itu hidup kembali sampai Nabi Saw dan ibunya wafat." (HR Ibnu 'Adiy, Ibnu Abi Dunya, Al-Baihagi, dan Abu Na'im)

Sebagai tambahan, dalam kitab Dala'ilun Nubuwwah karya Imam Bayhaqi, dari buku berjudul "Benarkah Nabi Muhammad & Umatnya Lebih Istimewa" hal32, By Al-Imam Al Hafidz Ahmad bin Muhammad Al Qasthalani, Dikisahkan sebuah kisah seorang lelaki yang berkata kepada Nabi Muhammad saw "Saya tidak akan beriman kepadamu sehingga kamu mampu menghidupkan putriku untukku." Dalam kisah itu disebutkan bahwa Nabi mendatangi kuburannya lalu berkata, "Wahai fulanah." Lalu anak itu berkata, "Aku sambut panggilanmu dan dengan setia menerima perintahmu serta semoga kebahagiaan senantiasa dilimpahkan kepada Baginda Rasulullah saw 

Dan......Nabi Muhammad saw ini sangat istimewa. Karena jangankan orang mati (yang dulunya pernah hidup) dapat dihidupkan semula, benda mati pun dapat dihidupkan.

Jabar bin Samurah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Aku bisa mengenal batu-batu yang biasa mengucapkan salam kepadaku, bahkan ketika aku belum menjadi Rasul. Bahkan sekarangpun aku bisa mengenalinya.” (Hadits riwayat Muslim dalam Kitab Shohih Muslim (1782)

Ali bin Abu Thalib meriwayatkan, "Saya sedang bersama nabi saw di Mekkah. Setiap gunung dan pohon yang dilewatinya mengucapkan, 'As-Salaamu 'alayka yaa rasulallah' (Semoga keselamatan selalu menyertaimu, wahai rasulallah),'" (Hadits Muslim dalam Misykat).

Ikrimah bin Abu Jahal ra. Dia berkata, "Jika kamu memang benar seorang nabi, maka panggilah batu yang ada diseberang itu agar berenang dan tidak tenggelam." Lalu nabi mengisyaratkan tangannya dan batu itu pun terlepas dari tempatnya dan mengapung di atas air hingga sampai kepada nabi saw. Begitu menyaksikan itu Ikrimah bersaksi atas kerasulannya, nabi berkata kepadanya, "Ini cukup bagimu." Ikrimah berkata, "Batu itu kembali lagi hingga tempatnya semula." 

*****************************************************************************

Untuk dapat menghayati perjuangan Rasulullah saw memperkenalkan Allah hingga dikenali, dicintai dan ditakuti supaya kita dapat merasakan rindu serindunya pada Nabi Muhammad saw, silakan simak:
 
<a title="kisah nabi muhammad"href="http://globalikhwan.or.id/kisah-nabi-muhammad-saw/">“Catatan Sejarah Rasulullah saw, Menyingkap Keajaiban Pribadi dan Perjuangan Rasulullah saw serta Para Sahabat”</a>
Buku Catatan Sejarah Rasulullah saw, Menyingkap Keajaiban Pribadi dan Perjuangan Rasulullah saw serta Para Sahabat”
 

Tuesday, February 3, 2015

Syeikh Ahmad Badawi, Sholawat Badawi dan Kisah Nabi Muhammad saw

Dalam perjalanan untuk menghayati kisah Nabi Muhammad saw, ada beberapa paket yang perlu di disiplinkan. Paket yang utama adalah paket sholat. Sholat adalah hal yang menjadi keutamaan.

Dipahamkan kepada kita bahwa Sholat adalah tiang agama, kokoh tiangnya maka kokoh agamanya. Sholat juga merupakan amalan pertama yang akan dihisab. Bila baik sholat maka semua amal akan dinilai baik. Sholat juga merupakan amalan yang dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Jadi, sholat yang dilaksanakan dengan penuh khusyuk dan khuduk akan melahirkan pribadi agung yang begitu cinta dan takut kepada Allah dan rindu kepada Nabi Muhammad saw.

Untuk membantu terlaksananya sholat yang penuh khusyuk tersebut, kehidupan keseharian kita perlu mengikuti jadwal sholat. Bukan malah sebaliknya, sholat mengikuti jadwal kehidupan keseharian kita. Bila bekerja, maka pekerjaan itu dilaksanakan di antara waktu sholat. Bila belajar, maka belajar itu di lakukan diluar jadwal sholat. Jangan sampai karena bekerja, karena meeting, karena belajar, waktu sholat diketepikan. Sholat diberi prioritas nomer sekian sehingga terkadang sholat dilaksanakan diujung waktu.

Untuk membantu terlaksananya sholat yang khusyuk, guru saya mengajarkan untuk bersholawat 30 menit sebelum masuk waktu sholat. Jadi, pertemuan (meeting) dengan Allah itu ditunggu dengan menghubungkan hati dan ruh dengan Nabi Muhammad saw. Kita sangat mengharapkan agar Nabi Muhammad saw dengan syafaatnya, membawa hati kita khusyu dengan Allah.

Shalawat yang diistiqomahkan untuk dibaca sebelum sholat adalah sholawat Badawi.
Berikut ini videonya:




terjemahannya:
Ya Allah sampaikanlah salam rindu kepada,
Cahaya sebagai sumber segala cahaya,
rahasia segala rahasia,
obat seluruh penyakit,
anak kunci segala kejayaan,
Dialah yang kami sangat rindu,
Nabi Muhammad yang terpilih,
keluarganya yang suci,
serta para Sahabat yang menjadi pilihan,
sebanyak bilangan nikmatmu dan kemulianmu ya Allah.

Siapakah Syeikh Ahmad Badawi ini?

Biografi beliau di wiki, tapi bahasa Arab: Syeikh Ahmad Badawi

Dari sumber lain: http://mutakhorij-assunniyyah.blogspot.com/2014/01/syaikh-ahmad-al-badawi-shalawatnya.html

Syaikh Ahmad Badawi mempunyai nama lengkap Syeikh Ahmad bin Ali Bin Yahya Al-Badawi. Beliau lahir di Kota Fes, Maroko pada tahun 596 H./1199 M. Syeikh Ahmad Badawi merupakan seorang imam sufi, wali qutub dan pendiri thariqah Al-Badawiyah. Beliau dijuluki Al-Badawi karena menutup wajahnya seperti yang dilakukan oleh orang Arab Badui. Kakek beliau sebelumnya tinggal di Jazirah Arab. Kakek beliau datang di Fes Maroko karena semakin brutalnya aksi Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi terhadap kalangan Alawiyin.
Nasab Al-Badawi dari jalur ayah sampai kepada sayyidina Husein bin Ali, bin Fathimah Az-Az-Zahra' binti Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam. Berdasarkan kesepakatan ulama nasab, dan ahli sejarah, secara lengkap nasab beliau adalah Ahmad bin Ali bin Yahya bin Isa bin Abu Bakar bin Ismail bin Umar bin Ali bin Utsman bin Husein bin Muhammad bin Musa bin Yahya bin Isa bin Ali bin Muhammad bin Hasan bin Ja'far Az-Zaky bin Ali Al-Hadi bin Muhammad al-Jawwad bin Ali Ridlo bin Musa al-Kadhim bin Ja'far As-Shadiq bin Muhammad al-baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Sebagian ahli Nasab dan sejarah meragukan sampainya rantai nasab beliau kepada rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Diantara mereka adalah Imam Fakhruddin Ar-Razi yang mengatakan bahwa Hasan bin Ja'far bin Ali Al-Hadi adalah orang yang masih diperselisihkan oleh para ulama apakah ia mempunyai anak atau tidak. Sedangkan kalangan Syiah membenarkan rangkaian nasab Al-Badawi. Mereka menisbatkannya kepada Ali bin Ja'far Az-Zaky bukan kepada Al-Hasan bin Ja'far Az-Zaki, karena Al-Hasan tidak mempunyai keturunan.

Beliau hijrah ke Mekah saat berumur 7 tahun (Tahun 603 H./1206 M), dimana perjalanan kesana memakan waktu empat tahun, tiga tahun diantaranya beliau bermukim di Mesir. Di Mekah berdasarkan sumber-sumber dari kalangan shufiyah, beliau selalu beristiqamah melakukan thawaf semenjak kecil, setelah itu beliau masuk ke sebuah gua di gunung Abil Qubais untuk melakukan Ibadah. Amalan ini beliau lakukan hingga belaiu berumur 38 tahun saat beliua melakukan safar ke Irak, bersama kakak kandungnya, Hasan.

Di Irak beliau menziarahi berbagai kota tempat bermukim atau bersemayamnya para ulama, diantaranya ke Kota Syaikh Ahmad bin Ali Ar-Rifa'i, pusat thariqah Rifa'iyah. Juga ke makam Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, kemudia ke makam Syaikh Adiy bin Musafir Al-Hikari mu'assis thariqah Al-Adawiyah.
Ketika al-Badawi berada di sebuah desa dekat Mosul, terjadi perselisihan antara dirinya dengan seorang wanita bernama Fatimah. Wanita ini cantik dan kaya. Tetapi ia senang membuat lelaki jatuh cinta kepadanya. Demikian pula ia lakukan hal itu kepada Al-Badawi, tetapi ia tidak mampu, hingga ia merayu al-Badawi untuk menganinya. Diakhir cerita si wanita bertaubat di tangan al-Badawi.
Sekembali dari Irak pada tahun 635 H, Al-badawi mempunyai kebiasaan yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Beliau semakin banyak melakukan shalat dan puasa, banyak berdiam diri dan sering menengadahkan wajah ke langit. Fatimah saudara perempuan beliau mengadukan kepada kakaknya Hasan: "Wahai saudaraku! Sesungguhnya saudara kita Ahmad selalu qiyamullail sepanjang malam. Selalu mamandang langit dan siang hari ia berpuasa, hingga bulatan hitam matanya menjadi mereka bagaikan bara. Dia pernah selama 40 hari tidak makan dan tidak minum".
Hijrah ke Mesir
Pada tahun yang sama setelah pulang dari Irak, beliau memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Mesir dengan tujuan kota Thantha. Perjalanan ini bukan hanya sebatas ziarah, tetapi sebuah hijrah berdasarkan mimpi beliau. Begitu Syaikh Abdul Wahhab Asy-Sya'rani menuturkan.
Sebenarnya terdapat banyak pendapat ulama tentang alasan Al-Badawi hijrah ke Mesir, dan menetap di Thantha. Dikatakan bahwa beliau mempunyai pemikiran bahwa secara geografis Thantha berada di tengah diantara Kairo dan Iskandariyah, yakni berada tepat di tengah Delta sungai Nil. Dengan letak yang seperti ini, diharapkan penyebaran thariqah yang beliau bangun dapat cepat menyebar, ketika beliau menetap di sana.
Di Thanta beliau menetap di rumah seorang saudagar bernama Ibnu Syuhaith atau Ruknuddin. Beliau menetap di loteng rumah yang berdekatan dengan masjid Al-Bahiy ini hingga selama 12 tahun dan seluruhnya dihabiskan dengan tidak makan dan minum setiap 40 hari.
Dalam kitab-kitab tashawuf, disebutkan karama-karamah yang dinisbatkan kepada Syaikh Ahmad Al-Badawi. Diantaranya yang paling masyhur adalah beliau mampu membebaskan para tawanan Mesir dari tangan tentara Eropa saat terjadi perang Salib. Atas kejadian ini dalam catatan sejarah Mesir terkenal sebuah ucapan, yaitu "Allah, Allah, Ya Badawi, Jabil Yusra", yang berarti Al-Badawi telah datang membawa tawanan.
Saat ini di Thantha, setiap tahun ada dua peringatan untuk mengenang beliau, yaitu di bulan April dan bulan Oktober. Peringatan di bulan Oktober ini adalah peringatan kelahiran beliau, yang merupakan peringatan terbesar di Mesir secara umum. Pada saat iru sekitar dua juta peziarah memenuhi masjid beliau yang berada di tengah di kota Thantha.

Sayyidi Syaikh Ahmad Al-Badawi wafat di Thanta pada hari selasa 12 Rabiul Awal 675 H / 24 Agustus 1276 M, saat berusia 79 tahun. 
Makam Syeikh Ahmad Badawi di Thanta Mesir
 Beberapa komentar ulama mengenai Fadhilat Sholawat Badawi 
Tok Syaikh Wan 'Ali Kutan al-Kelantani rhm. dalam kitabnya "al-Jawharul Mawhub" halaman 29 menulis, antara fadhilat sholawat ini seperti berikut:-

Telah menyebut kebanyakan dari orang yang 'arifin bahwa sholawat ini telah mujarrab bagi menunaikan segala hajat dan melipur lara segala dukacita dan menolakkan segala bala` dan menghasilkan segala anwar dan asrar. Dibacakan dia tiap-tiap hari 100 kali.

Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani rhm. dalam "Afdhalush Sholawat" juga membuat nukilan sebagaimana di atas dari Sidi Ahmad Zaini Dahlan rhm. dengan sedikit tambahan, yaitu: ".....bahkan sholawat ini mujarab untuk segala sesuatu dan bilangan wiridannya ialah 100 kali setiap hari. Sewajarnya para muridin memulakan suluk mereka dengan shighah sholawat ini ....."

Hikmah dari membaca sholawat ini ialah menerangkan hati dapat menyingkap rahasia-rahasia ilmu dan mengobati racun-racun dan pembuka rezeki. Sholawat ini hendaklah dibaca setiap hari 100 kali atau 92 kali.

Sayyid Ahmad Ruslan mengomentari shalawat ini, "Shalawat ini sangat mujarab untuk menunaikan hajat, mengusir kesusahan, menolak bencana, dan memperoleh cahaya; bahkan sangat manjur untuk segala keperluan."

Peringatan!
Guru saya, Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi, memberi peringatan khusus dalam hal fadhilat ini. Kita beribadah tujuan sebenarnya adalah untuk menuju Allah, untuk menggapai keredhoan Allah, untuk semakin dekat dengan Allah. Janganlah beribadah bertujuan untuk mendapatkan fadhilat. Fadhilat itu hadiah, hak Allah. Terserah Allah apakah fadhilat itu akan diberi atau tidak diberi. KAlaupun diberi, terserah Allah apakah akan diberi di dunia ataukah di akhirat. Bila beribadah untuk tujuan fadhilat, maka rasa hamba akan sulit di dapat.

Dalam kaitan dengan sholawat pula, tujuan utama bersholawat adalah untuk menghubungkan hati kita dengan Nabi kita, Nabi Muhammad saw. Memang Alalh janjikan bermacam-macam fadhilat dan keberkatan dengan sholawat ini. Tapi jangan bersholawat untuk mendapatkan fadhilat. Bersholawatlah agar makin subur rasa cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad saw. Bila Nabi Muhammad saw sudah menjadi kekasih kita, yang mana Baginda adalah kekasih Allah, tentulah tanpa kita minta pun Allah akan selesaikan masalah kita dan memenuhi hajat-hajat kita.

Syair Syeikh Ahmad Badawi ketika Menziarahi Nabi Muhammad saw di Madinah.

Cemburu saya mendengar luahan hati seorang Syeikh Ahmad Badawi ketika berziarah ke Makam Nabi. Coba tonton video-nya, dilengkapi dengan terjemahan sehingga kita dapat merasakan betapa intim-nya hubungan mereka.



Syair Syeikh Ahmad Badawi ketika ziarah Nabi Muhammad saw.

Wahai Allah! Limpahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad saw.
Wahai Tuhanku! limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan ke atasnya.

Jika dikatakan: Apakah yang kamu bawa pulang selepas menziarahi maqam Nabi Muhammad saw?
Wahai semulia-mulia makhluk! Apakah yang patut kami jawabkan?

Katakanlah: Kami kembali dengan membawa segala kebaikan
dan telah berhimpn generasi sekarang dan dahulu

Wahai Allah! Limpahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad saw.
Wahai Tuhanku! limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan ke atasnya.

Kalau bukan karenamu, wahai hiasan dunia (Nabi Muhammad saw)!
Niscaya tidak bhagia hidup dan kewujudanku

Dan tidaklah aku  beribadat melalui sholatku,
di dalam ruku maupun sujud

Wahai Allah! Limpahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad saw.
Wahai Tuhanku! limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan ke atasnya.

Wahai malam (kelahiran Rasulullah saw) yang penuh keredhaan Ilahi!
Berulanglah agar menjadi tentram jiwaku

Datanglah semula dengan segala kebaikan,
Dengan berkat Al Musthofa yang mulia keturunannya

Wahai Allah! Limpahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad saw.
Wahai Tuhanku! limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan ke atasnya.

Demi Allah! Sampaikanlah aku kepada tebusan jiwaku (Nabi Muhammad saw)!
Aku bimbang dan sedih kiranya tidak dapat syafaatmu

Aku hamba yang sangat cinta pada hadratmu;
hari dapat bertemu denganmu adalah hari rayaku

Wahai Allah! Limpahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad saw.
Wahai Tuhanku! limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan ke atasnya.

Kami akhiri dengan sholawat ke atas Nabi kami;
dan keluarganya yang kuat ruku dan sujud