Sunday, July 26, 2015
Friday, July 17, 2015
Dasar Hukum Poligami OC Kaligis
Baca berita: OC Kaligis punya 10 istri dan 20 anak.
Komen wartawannya:
A) Penyayang wanita.
B) sudah berhasil mengharmoniskan ke 10istri
A) Penyayang wanita.
B) sudah berhasil mengharmoniskan ke 10istri
Saya cukup tertarik untuk komen:
1. 10 istri itu seri atau pararel?
2. Kalau seri, ya bukan penyayang wanita lah. 9x cerai namanya.
3. Kalau pararel, hm....pakai syariat dan aturan hukum versi apa ya? Ngakunya sih agamanya Katolik. Pakai UU apa hingga bisa menyanding 10wanita sekaligus? UU no 1 th 1974? Rasanya sih bukan.
4. Kalau 10 istri pak OC ini ada dasar legalnya entah versi agama atau UU NKRI, saya rasa perlu disosialisasikan agar orang2 Islam yg beristri 2,3,4 tidak dipersulit lagi mendapatkan status legalnya :D
Tuesday, July 7, 2015
Al Quran Petunjuk Bagi Yang Bertaqwa
KIta sudah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Adakah kita sudah mendapatkan buruan kita dalam Ramadhan ini?
Ramadhan Allah datangkan untuk kita berpuasa di dalamnya supaya kita dapat menjadi orang yang bertaqwa. Apa taqwa itu? TAqwa itu takut pada Allah. Bila ada perasaan takut, apa ya berani buat maksiat? Bila takut, segala perintah akan dibuat dengan penuh taat. Sami'na waata'na, kami dengar dan kami taat. Ya, taat yang ngak pakai tapi....
Bila takut kepada Allah, kita akan menjalani hidup seperti jalan melewati jalanan yang penuh duri. Sungguh2 berhati-hati takut tercucuk duri. Itulah taqwa.
Dalam permulaan surat Al BAqarah, Allah telah berfirman, inilah kitab yang akan menjadi petunjuk buat orang yang MUTTAQIN. Orang muttaqin ini orang yang bertaqwa. YA....jelas sekali AL Quran ini adalah petunjuk bagi orang yang bertaqwa. KAlau ngak bertaqwa, Al Quran hanya akan menjadi angin lalu saja tidak mampu diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan.
Dalam ayat yang lain, Allah juga menjelaskan bahwa wama yataqabbalullahu minal muttaqin, Allah hanya akan menerima amal orang yang bertaqwa. Kalau tak bertaqwa, Allah tidak akan terima.
Jadi, patutlah kita sedih dan cemas perasaan takut pada Allah belum subur di hati kita....
Ramadhan Allah datangkan untuk kita berpuasa di dalamnya supaya kita dapat menjadi orang yang bertaqwa. Apa taqwa itu? TAqwa itu takut pada Allah. Bila ada perasaan takut, apa ya berani buat maksiat? Bila takut, segala perintah akan dibuat dengan penuh taat. Sami'na waata'na, kami dengar dan kami taat. Ya, taat yang ngak pakai tapi....
Bila takut kepada Allah, kita akan menjalani hidup seperti jalan melewati jalanan yang penuh duri. Sungguh2 berhati-hati takut tercucuk duri. Itulah taqwa.
Dalam permulaan surat Al BAqarah, Allah telah berfirman, inilah kitab yang akan menjadi petunjuk buat orang yang MUTTAQIN. Orang muttaqin ini orang yang bertaqwa. YA....jelas sekali AL Quran ini adalah petunjuk bagi orang yang bertaqwa. KAlau ngak bertaqwa, Al Quran hanya akan menjadi angin lalu saja tidak mampu diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan.
Dalam ayat yang lain, Allah juga menjelaskan bahwa wama yataqabbalullahu minal muttaqin, Allah hanya akan menerima amal orang yang bertaqwa. Kalau tak bertaqwa, Allah tidak akan terima.
Jadi, patutlah kita sedih dan cemas perasaan takut pada Allah belum subur di hati kita....
Friday, July 3, 2015
Poligami, Nikah yang disusun dan Jembatan kepada Tuhan
ligami,
nikah yang disusun dan jambatan kepada Tuhan - See more at:
http://www.themalaysianinsider.com/bahasa/article/tentang-poligami-nikah-yang-disusun-dan-jambatan-kepada-tuhan#sthash.VVXA4mWW.dpuf
Mereka sepasang suami isteri yang
baru 3 minggu mendirikan rumah tangga, namun si isteri bersedia menghadapi
kemungkinan suaminya akan menikah lagi. Isteri lain mungkin akan mengamuk
mendengar dirinya akan dimadu, tetapi bagi Mariatul Qibtiah Muhammad Husaini,
21, hal itu merupakan jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Ini bukan skrip drama dengan tajuk
seperti “Suami Aku Encik Sotong/Ustaz/Playboy”, ini kisah nyata pasangan sebaya
Mariatul dan suaminya Muhammad Solahuddin Nordin. Mereka adalah 1 dari 23
pasangan yang bernikah pada Majlis Pernikahan Perdana 30 dan 31 Mei lalu di
Bandar Country Homes, Rawang. Solahuddin dan Mariatul menikah dengan tidak
pernah mengenali satu sama lain atau bercinta sebelum upacara ijab kabul.
Pernikahan mereka diaturkan syarikat
GISB Holdings Sdn Bhd – yang sebelum ini dikenali sebagai Global Ikhwan Sdn
Bhd. Cukup dengan mengetahui nama pasangan sewaktu mengisi formulir pernikahan,
serta kursus dari GISB selama seminggu, pasangan ini senantiasa tersenyum
bertukar-tukar pandangan antara satu sama lain sewaktu wawancara berlangsung.
“Perasaan saya sangat bersyukur
sebab dimudahkan (menikah mengikut) cara Nabi (Muhammad). Nabi menikah tak
bercinta dahulu. Tuhan hendak tunjukkan bahwa menikah itu sebenarnya mudah.
“Pernikahan ini diuruskan sepenuhnya
oleh syarikat – apabila bertunang baru nampak muka – selamatlah dari bercinta
sebelum menikah,” kata Solahuddin sewaktu ditanya tentang pernikahannya itu.
Larangan cinta sebelum menikah.
Penyelaras Majlis Pernikahan
Perdana, Johari Morad, menjelaskan bercinta hanya selepas menikah adalah syarat utama yang dikenakan ke atas
peserta majlis nikah ini.
“Kalau awak hendak dinikahkan,
jangan bercinta (sebelum menikah). Bercinta hilang keberkatan dalam pernikahan.”
“Bercintalah selepas menikah,”
katanya sambil menambah penjelasan bahwa pernikahan seperti ini dinamakan
sebagai nikah “yang disusun”.
Pihak syarikat, katanya, berbincang
dan mendapatkan persetujuan dari keluarga pengantin untuk menikahkan mereka. Dan
pada kebanyakan masa, urusan ini menjadi mudah karena ibu bapa pengantin juga
adalah staff GISB, tambahnya.
Berdasarkan kaedah ini juga, apabila
ada lelaki atau perempuan yang menaruh rasa suka terhadap satu sama lain maka tidak
akan dibenarkan menikah dalam GISB.
“Dari satu segi, orang nampak macam
tak adil (tetapi) kita menginginkan pernikahan itu berkat.
“Pernikahan itu satu cara hendak
melahirkan zuriat dan di bawah kita ini (pikirkan) berapa banyak zuriat dan
anak keturunan cucu kita (akan lahir).
“Permulaan ibu dan ayah itu
hendaklah tiada permainan nafsu syaitan di celah-celah hendak menikah itu.
“Bercinta itu nafsu syaitan sudah masuk
dah. Islam tidak membenarkan macam itu, bukan GISB tak benarkan,” katanya yang
merupakan ahli lembaga pengarah GISB Holdings yang bertanggungjawab menjaga bagian
pendidikan GISB.
Peserta juga disyaratkan tidak
menghabiskan masa bersama pasangan dalam masa dua hari selepas akad nikah
walaupun status hubungan mereka pada masa itu halal.
Menurut Johari, beliau sendiri
menetapkan perkara tersebut bagi memastikan peserta mengambil masa mengenali
pasangan masing-masing.
“Sebab, mereka baru kenal dan kita
tak mau mereka ‘terkejut’. Mereka ini baru menikah, jadi biarlah berkomunikasi
melalui telefon dahulu. Kita bagi ada fasa (untuk) dia kenal secara jauh
dahulu.
“Jangan dia jumpa terus malam
pertama, nanti bahaya, takut dia terkejut begitu. Sebab, mereka ini ‘fresh’,
mereka tak biasa bergaul lelaki dan perempuan, tak pernah sentuh lelaki lain,
tak pernah sentuh perempuan lain,” kata Johari.
Sementara itu, Ketua Pendaftar Nikah
Cerai Rujuk Selangor, Aluwi Parman mempunyai pandangan sedikit berbeda tentang
konsep bercinta sebelum atau selepas menikah.
“Mana yang lebih baik antara
bercinta dahulu atau menikah dahulu? Dua-dua ada kebaikannya.
“Kalau dalam Islam, kita disuruh
mengenali dahulu. Ini karena, seseorang itu bila hendak menikah, perlu buat penyelidikan
latar belakang keluarga yang hendak dimiliki itu.
“Menyelidiki akhlak, ilmu, keluarga
yang ramai anak atau tidak. Tapi kalau dia tak kenal, dan terus menikah baru
hendak mengenali, itu memakan masa yang agak panjang juga.
“Menikah dulu baru bercinta itu ada
kebaikan tetapi mengenali lebih rapat dahulu baru menikah itu lebih baik pada
pandangan Islam,” katanya.
Ditanya jika bercinta selepas
bercinta adalah amalan Nabi Muhammad, Aluwi memberikan jawapan berikut:
“Itu saya tak dapat hendak maklum,
tetapi rasanya Nabi mengenali latar belakang (pasangannya) juga sebelum dia menikah.
“Dia tahu latar belakang keluarga yang hendak dimiliki itu,” katanya.
Nama Global Ikhwan tidak asing buat
mereka yang mengikuti perkembangan organisasi dakwah Al Arqam yang gah sekitar
tahun 80-an dan 90-an. Al Arqam pada satu masa menyebarkan kegiatan dakwah
Islam melalui bidang pendidikan, penerangan, penerbitan, perusahaan,
perniagaan, perubatan dan pertanian.
Gerakan ini diharamkan Majlis Fatwa
Kebangsaan pada tahun 1994 namun ia muncul kembali dengan nama baru, Rufaqa
Corporation.
Bimbang dengan pengaruh pengasasnya
Ashaari Muhammad, kerajaan bertindak mengharamkan Rufaqa. Ashaari meninggal
dunia pada 13 Mei 2010.
Kumpulan itu kemudian bergerak
dengan nama Global Ikhwan, namun nama itu juga dilarang kerajaan. Sejak hari
itu, organisasi tersebut bergerak sebagai syarikat yang didaftar sebagai GISB
Holdings Sdn Bhd.
Hidup dalam mainstream.
Selepas bertapak di Bandar Country
Homes Rawang pada 2000, GISB senantiasa berusaha hidup dalam arus perdana (mainstream)
masyarakat. Buktinya, Majlis Pernikahan Perdana ini mendapat kerjasama yang baik
dari Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS).
Menurut Johari, 17 orang naib kadi
membantu menikahkan pasangan pengantin dan majlis turut dihadiri Aluwi serta
Kadi Daerah Gombak Timur, Zainal Abidin Sulaiman.
Aluwi sendiri menyampaikan khutbah
nikah serentak kepada semua pasangan pengantin sebelum majlis akad nikah
berlangsung.
Walaupun bertukar pelbagai nama,
buat sebilangan masyarakat, GISB amat sinonim dengan amalan berpoligami melalui
Klub Poligami Ikhwan serta Klub Taat Suami pada satu masa dahulu.
Ditanya tentang kesediaannya
berhadapan poligami, Mariatul yang menganggap suaminya sebagai “jembatan
mendapatkan Tuhan” memberikan jawapan berikut dengan senyuman terukir di bibir:
“Insya-Allah (bersedia). Yalah,
motonya untuk dapatkan Tuhan, apabila kita sudah ada madu bolehlah kita
berjuang, buat kerja (sebagai isteri) tanpa memikirkan (perlu berkongsi) suami
kita.
“Kita boleh fokus kepada perjuangan
(iaitu) pekerjaan kita. Jadi hati itu banyak kepada Tuhanlah,” katanya.
Sunday, June 28, 2015
Tadarus Surat Al Qiyamah
Tadarus Surat Al Qiyamah.
Hari kiamat pasti akan terjadi. Setiap makhluk pasti akan mengalaminya. Ada kiamat kecil, ada kiamat besar. Kiamat kecil tiap hari berlaku di hadapan mata kita. Semut keinjak kemudian mati gepeng, itulah kiamat kecil yang berlaku baginya. Ikan kepancing, kemudian kita bakar, itulah kiamat kecil baginya. Sekali-sekala tetangga kita atau saudara kita sakit kemudian meninggal, kita pun menyaksikan kimat kecil. Kadang tanpa sebab sakit apa2 berlaku juga kiamat kecil itu.
Kalau kiamat besar, nanti akan ada peristiwa dihancurkannya alam semesta ini oleh Tuhan. Waktu itu semua akan binasa. Tiada lagi tempat bersembunyi dan berlindung.
Lantas, bila kiamat-kiamat kecil itu berlaku di depan mata kita dan kita pun juga yakin bahwa akan ada hari kiamat besar itu dan kita nanti akan dihidupkan kembali setelah kiamat besar berlaku, mengapa kita masih mengekalkan keinginan untuk terus menerus berbuat maksiat?
Tuhan...tolonglah kami.
Ketika nanti dihidupkan kembali, Allah akan sempurnakan kembali diri kita. Tulang belulang yang sudah menjadi debu pun akan disempurkan kembali berbentuk seperti sedia kala. Itu perkabaran dari Tuhan. Tuhan berkuasa berbuat demikian.
Kemudian Tuhan akan beri balasan bagi yang berbuat baik dan beramal soleh dengan balasan yang berlipat ganda. Berseri-seri muka orang beriman pada hari itu. Sebaliknya bagi yang mengingkari Tuhan, siksa yang amat pedih akan dia rasakan tanpa berkesudahan. Semoga hati kita merasa takut pada Tuhan.
Ada sebagian orang yang mengingkari kuasa Tuhan yang mampu menghidupkan kembali manusia yang sudah jadi debu dan tulang belulang di hari akhirat nanti. Bagi mereka Tuhan suruh berpikir dan merenungi kembali bagaimana manusia diciptakan. Awalnya dari air mani yang tertumpah di rahim. Kemudian menjadi segumpal darah. Kemudian Tuhan ciptakan ciptakan dan sempurnakan kewujudannya. Tidakkah terasa kehebatan dan kuasa Tuhan dari peristiwa itu?
Hari kiamat pasti akan terjadi. Setiap makhluk pasti akan mengalaminya. Ada kiamat kecil, ada kiamat besar. Kiamat kecil tiap hari berlaku di hadapan mata kita. Semut keinjak kemudian mati gepeng, itulah kiamat kecil yang berlaku baginya. Ikan kepancing, kemudian kita bakar, itulah kiamat kecil baginya. Sekali-sekala tetangga kita atau saudara kita sakit kemudian meninggal, kita pun menyaksikan kimat kecil. Kadang tanpa sebab sakit apa2 berlaku juga kiamat kecil itu.
Kalau kiamat besar, nanti akan ada peristiwa dihancurkannya alam semesta ini oleh Tuhan. Waktu itu semua akan binasa. Tiada lagi tempat bersembunyi dan berlindung.
Lantas, bila kiamat-kiamat kecil itu berlaku di depan mata kita dan kita pun juga yakin bahwa akan ada hari kiamat besar itu dan kita nanti akan dihidupkan kembali setelah kiamat besar berlaku, mengapa kita masih mengekalkan keinginan untuk terus menerus berbuat maksiat?
Tuhan...tolonglah kami.
Ketika nanti dihidupkan kembali, Allah akan sempurnakan kembali diri kita. Tulang belulang yang sudah menjadi debu pun akan disempurkan kembali berbentuk seperti sedia kala. Itu perkabaran dari Tuhan. Tuhan berkuasa berbuat demikian.
Kemudian Tuhan akan beri balasan bagi yang berbuat baik dan beramal soleh dengan balasan yang berlipat ganda. Berseri-seri muka orang beriman pada hari itu. Sebaliknya bagi yang mengingkari Tuhan, siksa yang amat pedih akan dia rasakan tanpa berkesudahan. Semoga hati kita merasa takut pada Tuhan.
Ada sebagian orang yang mengingkari kuasa Tuhan yang mampu menghidupkan kembali manusia yang sudah jadi debu dan tulang belulang di hari akhirat nanti. Bagi mereka Tuhan suruh berpikir dan merenungi kembali bagaimana manusia diciptakan. Awalnya dari air mani yang tertumpah di rahim. Kemudian menjadi segumpal darah. Kemudian Tuhan ciptakan ciptakan dan sempurnakan kewujudannya. Tidakkah terasa kehebatan dan kuasa Tuhan dari peristiwa itu?
Saturday, June 27, 2015
Jangan Putus Mengingati Allah
Pertanyaan dari Tuhan yang cukup menginsyafkan dalam al Waqiah:
Air yang kita minum itu, kita yang menurunkan atau Allah yang menurunkannya?
Kayu yang kita bakar itu, kita yang ciptakan atau Allah yang ciptakan? (qiaskan dengan minyak dan gas)
Hm....rupanya kehidupan kita tidak bisa lepas dari peran Tuhan. Mengapa kita melupakan Tuhan?
Seluruh kehidupan kita, naik turun nafas kita, setiap detak jantung kita, disitu ada peran Allah. Tidak sedetik pun kita hidup, lepas dari peran Allah.
Bernafas, udara itu Allah yang ciptakan. Paru-paru itu pun ciptaan Allah yang begitu kompleks nan rumit amat sangat canggih.
Mengalirnya darah membawa zat makanan ke seluruh tubuh, darah itu pun ciptaan Allah. Super canggih membawa zat-zat makanan dan oksigen untuk keperluan setiap sel-sel tubuh kita.
Oh...sungguh dzalimnya hamba yang melupakan Tuhannya. Setiap sudut dan setiap detik kehidupannya sepatutnya membuat hamba itu ingat, kemudian berterimakasih atas segala nikmat dari Tuhan tersebut.
Perasaan takut pun sepatutnya wujud. Allah boleh buat apa saja. Allah berkuasa atas segalanya. Tiada hal yang lepas dari kuasa Allah.
Mudah bagi Allah membalikkan aliran darah yang akan membuat badan kita keracunan.
Mudah bagi Allah meniupkan angin yang akan menumbangkan pohon untuk menimpa kita. Bukankah sudah banyak peristiwa ini berlaku. Sekeluarga sedang piknik di kebun Raya Bogor, kemudian Allah jadikan pohon tempat mereka berteduh tumbang.
Semoga, Ramadhan membawa hati dan perasaan kita agar menjadi hamba yang senantiasa mengingati Allah dalam segala keadaan, berdiri, duduk maupun baring. Dalam keramaian maupun dalam kesendirian.
Air yang kita minum itu, kita yang menurunkan atau Allah yang menurunkannya?
Kayu yang kita bakar itu, kita yang ciptakan atau Allah yang ciptakan? (qiaskan dengan minyak dan gas)
Hm....rupanya kehidupan kita tidak bisa lepas dari peran Tuhan. Mengapa kita melupakan Tuhan?
Seluruh kehidupan kita, naik turun nafas kita, setiap detak jantung kita, disitu ada peran Allah. Tidak sedetik pun kita hidup, lepas dari peran Allah.
Bernafas, udara itu Allah yang ciptakan. Paru-paru itu pun ciptaan Allah yang begitu kompleks nan rumit amat sangat canggih.
Mengalirnya darah membawa zat makanan ke seluruh tubuh, darah itu pun ciptaan Allah. Super canggih membawa zat-zat makanan dan oksigen untuk keperluan setiap sel-sel tubuh kita.
Oh...sungguh dzalimnya hamba yang melupakan Tuhannya. Setiap sudut dan setiap detik kehidupannya sepatutnya membuat hamba itu ingat, kemudian berterimakasih atas segala nikmat dari Tuhan tersebut.
Perasaan takut pun sepatutnya wujud. Allah boleh buat apa saja. Allah berkuasa atas segalanya. Tiada hal yang lepas dari kuasa Allah.
Mudah bagi Allah membalikkan aliran darah yang akan membuat badan kita keracunan.
Mudah bagi Allah meniupkan angin yang akan menumbangkan pohon untuk menimpa kita. Bukankah sudah banyak peristiwa ini berlaku. Sekeluarga sedang piknik di kebun Raya Bogor, kemudian Allah jadikan pohon tempat mereka berteduh tumbang.
![]() |
Semoga, Ramadhan membawa hati dan perasaan kita agar menjadi hamba yang senantiasa mengingati Allah dalam segala keadaan, berdiri, duduk maupun baring. Dalam keramaian maupun dalam kesendirian.
Thursday, June 18, 2015
Yuk Berbagi Melalui "Rumah Anak Kesayanganku"
"Rumah Anak Kesayanganku" yang berada di bawah naungan Yayasan Global Ikhwan Indonesia membuka peluang pada dermawan yang hendak berbagi hidangan berbuka puasa/sahur pada Ramadhan 1436 H ini.
http://globalikhwan.or.id/profil-rumah-amal-rumah-anak-kesayanganku/
http://globalikhwan.or.id/kegiatan-rumah-amal/
Yayasan Global Ikhwan juga menerima dan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh.
BCA an Yayasan Global Ikhwan 5035500313
Informasi dan konfirmasi:
Makhfud Saptadi 08179198525
Yulia Evita 083898918837
Subscribe to:
Posts (Atom)







