Sunday, September 7, 2014

Selamat Pergi Haji Om Mupi :)

Om Mupi dan keluarga

"berbekallah....dan sebaik2 bekal adalah taqwa", selamat jalan om mupi...moga dapat menghayati perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan keluarganya juga perjuangan Nabi Muhammad dan keluarganya. Semoga, pulang dapat membawa hati yang benar2 merasa hamba....

Kota Makah, asalnya adalah lembah tandus nan gersang, dibuka dan dibangun oleh seorang wanita yang sangat taat kepada suaminya. Ditemani seorang bayi yang masih merah, bakal seorang Nabi.

hebatnya siti Hajar...

Indonesia tanah subur, lempar kayu jadi tanaman (katanya), mengapa kita tidak minta pada Tuhan selesaikan masalah bangsa ini? Mengapa kita tidak mencontoh siti hajar yang mampu menyelesaikan masalah di lembah tandus nan gersang di kota makah?

Nampaknya, kita kurang bersandar pada Tuhan untuk menyelesaikan segala persoalan kita....

Usaha lahiriah, siti hajar buat juga, berlari2 dari sofwa ke marwa mencari air. Usaha lahiriah itu Tuhan suruh buat. Tapi keyakinan dan sandaran serta pergantungan harap, bulat kepada Tuhan, bukan bersandar pada usaha lahir.

Tuhan buktikan, yang mendatangkan air bukan karena Siti Hajar berlari mencari air, tetapi melalui tendangan anak bayinya yang sudah teramat kehausan.

Moga om mupi dapat pulang membawa semangat siti Hajar, membawa ketaatan siti Hajar, dan membawa rasa kehambaan seperti rasa kehambaan Siti Hajar yang begitu tinggi.

Sekali lagi selamat jalan....titip salam rindu saya kepada Baginda Rasul, Muhammad saw, dengan lafadz: "assalamualaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh"

Saturday, September 6, 2014

Kecap Ikhwan

Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, telah hadir kecap Ikhwan.

Hampir setiap masakan pakai kecap. Baso pakai kecap. Ayam goreng mentega, jelas pakai kecap. Semur, jelas full kecap. Mie goreng, ngak sip kalau ngak pakai kecap. Dannnnn baaanyuak lagi jenis-jenis masakan yang memakai kecap.

Syukur alhamdulillah, Ikhwan Production sudah mulai memproduksi kecap. Produk yang lahir untuk mewibawakan Islam. Seluruh keuntungan penjualan kecap ini digunakan untuk membangun Islam, fi sabilillah.

Mari kita dukung produk Islam ini. Produk yang lahir dari airmata cinta pada Islam. Air mata yang berlinang karena sedih melihat Islam begitu mundur, begitu tidak mandiri dan tiada wibawa. Moga, usaha kecil ini Allah pandang besar.

Sebagai tim tukang masak, saya siap jadi pemakai fanatik kecap Ikhwan dalam segala jenis masakan.

Mie telor pakai kecap Ikhwan, sedap mantap


Mau turut menyokong produk Islam ini?
Bisa dikirim via jne loh :D

Qurban Bersama Yayasan Global Ikhwan

Hari Raya Idul Adha 1435H akan kita segera kita jelang. Hikmah besar pengorbanan Nabi Ibrahim as. dan keluarganya semoga dapat kita teladani bersama. Hidup untuk Allah, dibuktikan oleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya dengan sanggup berkorban apa saja.

Tahun ini, 1435H Yayasan Global Ikhwan Indonesia menerima dan menyalurkan hewan Qurban. Yayasan Global Ikhwan Indonesia telah disahkan pendiriannya oleh Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-4340.AH.01.02. Tahun 2008.

Selain disalurkan dalam bentuk daging mentah, Yayasan Global Ikhwan juga mengolah daging sapi dalam bentuk baso frozen, dendeng, dan abon sehingga bisa dimanfaatkan untuk mencukupi keperluan tambahan lauk Rumah-rumah Amal yang berada dalam naungan Yayasan Global Ikhwan.

Bagi yang berniat berkurban bersama Yayasan Global Ikhwan, bisa menghubungi:

1. Makhfud Saptadi
Sms/WA: 08179198525
Pin BB: 7666C6B7
Email: makhfudsaptadi@gmail.com

2. Henny
Sms : 081372196013
Pin BB: 27BE6F57

***********************************************************************

<a title="donasi rumah amal” " href="http://globalikhwan.or.id/kegiatan-rumah-amal/">rumah anak kesayangan</a>

<a title="donasi rumah amal” " href="http://globalikhwan.or.id/profil-rumah-amal-rumah-anak-kesayanganku/">Rumah Amal Rumah Anak Kesayangan</a


Bagi para dermawan yang ingin mengambil saham dalam berbagai bentuk kegiatan dan pengembangan pendidikan melalui “Rumah Anak Kesayanganku“, donasi dan bantuan baik berupa Wakaf, Zakat, Infaq, dan Shodaqoh/Sedekah dapat disalurkan melalui rekening Yayasan.

BCA a/n Yayasan Global Ikhwan

no rekening: 5035500313

Bantuan  juga dapat berupa:

  • Bahan makanan seperti, beras, gula, garam, minyak, kecap, sayur, lauk pauk, susu.
  • Keperluan harian seperti baby diapers, sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi, dan lain-lain.
  • Buku-buku, CD dan VCD pelajaran dan ilmu pengetahuan baik itu baru dan terpakai.
  • Pakaian baru dan terpakai.
  • Sarana dan prasarana sekolah baik itu, meja belajar, papan tulis, komputer, printer, televisi, kipas angin, kulkas, mesin cuci dan lain-lain.
  • Perlengkapan dan alat bermain, baik indoor maupun outdoor.

Wednesday, September 3, 2014

Pesanan Nasi Tumpeng

Hari sabtu, saat lagi mengerjakan pesanan Aqiqah, ada telpon dan sms.

"Assalamu alaikum. Pak Machfud, sy mau order. Kapan bs ditelpon?"

Saya pikir mau order herba yang saya buka lapak di http://jualherba.blogspot.com. Rupanya bu dokter Arti, istri pak Asning yang telpon. Mau pesan nasi tumpeng buat surprise ulang tahun pak Asning.

Nasi tumpeng lengkap: urap, ayam goreng, sambal goreng, perkedel, udang, telur dadar, tahu-tempe bacem, dan kerupuk. Pesanan diantar ke kantor PHE Tower jalan simatupang.

Nasi tumpeng lengkap, monggo diorder :D

Dulu Project Engineer di sini, sekarang vendor Cooking Engineer hahaha :))

Alhamdulillah, terimakasih Tuhan. Berkhidmat dengan manusia dengan ilmu yang Allah ajarkan. Berkat Rasulullah saw, respon cukup positif. Semuanya dari Allah, Allah yang ajar. Semoga terus dapat menggembirakan orang dengan makanan yang sedap. Sehingga manusia makin bertambah syukur kepada Allah.

Terimakasih Tuhan...

Ada yang mau pesan lagi?

Aqiqah Omar Wahyudi bin Purnomo Wahyudi

Banyak perkara menarik untuk dicatat selama seminggu ini. Tapi tambahan tugas baru, belajar hal baru, ditambah sinyal 3 yang SOS bila sampai rumah, menjadikan hal2 menarik tersebut luput untuk dicatat. Sebenarnya aplikasi KingSoft Office bisa membantu untuk bikin draft, baru nanti setelah ada sinyal baru di upload.

Nanti deh dicoba lagi, biar istiqomah menulis :))

Saya sebenarnya dapat tugas untuk survey kambing buat kurban. Bersamaan dengan itu, kawan SMA saya Purnomo Wahyudi menghubungi saya pesan kambing untuk aqiqah anaknya. Sekalian nyari kambing sekalian survey. Alhamdulillah.

Jadi, setelah survey, harga kambing lebaran diperkirakan 2 juta-an. Kalau ada kawan2 pembaca mau ikut berkurban bersama Yayasan Global Ikhwan Indonesia, kontek saya ya :) Kalau mau beli kambing bisa juga, nanti diantar jabodetabek area.

Kembali ke aqiqah anaknya Purnomo yang diberi nama Omar Wahyudi bin Purnomo Wahyudi. Kalau harga kambing buat aqiqah, buat si Omar dapat kambing aqiqah yang seharga 1,35jt. Lumayan besar. Seekor kambing puas untuk dijadikan 30porsi.

Abah bersama pak Haji juragan kambing

Dibikin gulai kambing

Masuk box bersama nasi, acar dan sambal

Selamat ya Omar, moga jadi anak yang sholeh :)





Wednesday, August 20, 2014

Riset Jajanan Sehat Murah dan Berkah

Sudah seminggu lebih saya membuat riset kecil-kecilan. Riset mengenai olahan bahan jajanan yang murah, bergizi dan tersedia bahan bakunya di pasar Babakan Madang. Murah sudah tentu jadi pertimbangan utama. Bergizi jelas faktor kedua yang penting. Ketersediaan bahan di pasar yang dekat rumah tentu yang terpenting. Kalau ambil di pasar yang jauh, aspek murah jelas ngak akan terpenuhi.

Dah lama ada ide ini, hanya saja baru semingguan ini bisa direalisasikan.

Mulailah riset dengan mensurvey harga ubi jalar dan pisang. Taraa...ubi jalar bisa didapat dengan harga 3rb sekilo dan pisang bisa dapat 4rb sesisir. Pisang cari yang sudah hampir hitam. Manisnya maksimal dan penambahan gula tebu bisa diminimalkan.

Harga tepung terigu yg bogasari sudah 9rb sekilo, tepung beras rosebrand 13rb sekilo.

Hasil minggu lalu:

Brownis pisang kukus. Pisangnya dah manis banget, pake 3 sisir pisang buat 1kg terigu. Tambahan gula pasir 125g + susu kental manis 1/4 kaleng. Modal bahan 25rb bisa jadi 48 potong.




Hari ini:

Tadi pagi mencoba mencampurkan ubi jalar dengan terigu perbandingan 1:1, pakai resep donat.

500g terigu, 500g ubi jalar. Modal bahan 12rb jadi 20 biji.


Bersambung...

Monday, August 18, 2014

Problematika Tempat Tinggal

Tempat tinggal adalah keperluan asas, selain makan minum dan pakaian. Pembangunan rumah sehat yang terjangkau buat masyarakat bawah perlu mendapat perhatian khusus. Kalaupun tidak untuk dijual, setidaknya pembangunan rumah2 sewa dengan harga yang terjangkau perlu dipikirkan juga.

Kadang miris kita lihat rumah2 sewa harga 500rb/bulan kondisinya sangat buruk sirkulasi udara dan pencahayaannya.

Semoga Tuhan beri kesabaran mereka yang belum mendapatkan tempat tinggal yang layak. Semoga Tuhan selesaikan masalah kesenjangan sosial ini.

****************************************

http://m.kompas.com/properti/read/2014/08/18/092644321/.Kalau.Belum.Punya

"Kalau Belum Punya Rumah, Belum Merdeka"

Senin, 18 Agustus 2014 | 09:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Potret ironi masih terjadi di negeri ini. Meski sudah 69 tahun usia Indonesia, namun angka defisit rumah masih tinggi yakni telah mencapai sekitar 15 juta unit. Ini artinya 15 juta keluarga belum memiliki rumah.

Dua di antara keluarga yang belum memiliki rumah tersebut adalah tenaga kebersihan dan penyapu jalan, Hasyim, dan Maryati.

Hasyim, pekerja serabutan yang tinggal di Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, hingga kini masih tinggal di rumah kontrakan berbentuk bedeng. Dia menyewa rumah yang hanya sepelemparan batu dengan Puri Cikeas, kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, itu senilai Rp 700.000 per bulan.

"Saya nggak mampu beli rumah. Harganya sudah sangat tinggi. Di sekitar sini, untuk tipe 21 saja sekitar Rp 250 juta sampai Rp 350 juta. Sementara penghasilan saya setiap bulan tak tentu, kadang dapat, kadang tidak," urai pria dengan dua putra dan satu putri ini.

Meski demikian, Hasyim tak pantang menyerah. Dia terus berusaha mengumpulkan dana untuk mendapatkan rumah impian. Selain kerja serabutan, Hasyim juga menjadi tenaga kebersihan taman di perumahan elit Kota Wisata, dan terkadang nyambi di Perumahan Cibubur Country.

"Saya kerja apa saja dijalanin, asal halal. Walaupun upahnya sehari cuma Rp 40.000 untuk nyapu-nyapu jalan proyek (perumahan, red)," imbuhnya.

Demikian halnya dengan Maryati, atau karib disapa emak. Perempuan paruh baya ini sudah bekerja sebagai tenaga penyapu dan tenaga kebersihan di Perumahan Kota Wisata sejak 14 tahun silam.

"Alhamdulillah masih dapat kerjaan. Jadi, masih bisa makan dan nyekolahin anak," kata Emak kepada Kompas.com, Senin (18/8/2014).

Emak dan Hasyim hanyalah dua dari sekian banyak pekerja penyapu jalan dan taman kompleks-kompleks perumahan elite yang belum memiliki rumah. Namun, mereka pantang menyerah dan terus berusaha untuk dapat membeli tempat bernaung.

Lantas apa arti kemerdekaan buat mereka?

"Kalau belum punya rumah ya belum merdeka atuh. Masih ngutang sana-sini, nggak bisa beli gedong-gedong ya nggak merdeka," kata Emak dengan logat Sunda yang kental.

Setiap hari, Emak dan empat orang tenaga penyapu dan kebersihan lainnya harus menangani  sekitar 300 rumah dalam satu klaster. Emak bertugas di klaster Montreal. Dari pekerjaannya ini, Emak mendapat penghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan atau Rp 38.461 per hari.

Untuk bisa menyiasati kebutuhan ekstra atau tak terduga, Emak juga nyambi menjadi tukang cuci dan setrika di rumah-rumah klaster yang sama. Dia mendapat upah sekitar Rp 300.000 untuk 15 hari atas jasanya ini.

"Uang segitu nggak cukup. Harga-harga udah pada naik. Sebentar lagi, sewa rumah naik, karena katanya listrik juga naik. Tapi, mau gimana lagi?  Harus cukup buat sebulan," tandas Emak yang tinggal tepat di rumah bedeng di belakang klaster Amerika, Kota Wisata.

Dia menyewa rumah bedeng tersebut Rp 500.000 per bulan. Jadi, dengan penghasilan hanya Rp 1 juta per bulan, Emak harus bisa mengatur pengeluaran seketat mungkin.

Jadi, bagaimana mereka bisa membeli rumah, jika penghasilan hanya berjalan seperti deret hitung, sementara harga rumah melejit mengikuti deret ukur. Asal tahu saja, harga rumah terendah di kompleks Kota Wisata yang setiap hari mereka bersihkan sudah mencapai Rp 1,3 miliar per unit. Sementara di perumahan lainnya sekitar Rp 450 juta untuk tipe 36/72.

Impian kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) seperti mereka untuk mendapatkan rumah tampaknya bakal semakin jauh dari kenyataan. Pasalnya, Kementerian Perumahan rakyat (Kemenpera) bakal menghentikan bantuan kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan skema bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP) untuk rumah tapak pada  Maret 2015.

Menurut Ketua DPD APERSI DKI Jakarta, Ari Tri Priyono, pencabutan subsidi tersebut akan semakin membuat kalangan MBR jauh dari "merdeka" dan tetap terjajah impian membeli rumah.

"Keputusan Menpera itu keliru. Tidak memerdekakan rakyat. Subsidi harusnya tidak perlu dicabut. Itu hanya akan membuat kalangan MBR semakin jauh mendapatkan mimpinya," tandas Ari.

Kondisi semakin diperparah, kata Ari, saat Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan loan to value (LTV) yang sangat memukul pengembang kecil. "LTV ini yang membuat omset kita anjlok. Kita harus menyiasati untuk membantu masyarakat beli rumah dengan sejumlah kreativitas, agar produk-produk kita terserap pasar," tambah Ari.